Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Juni 2013

DPR Setujui Pembangunan Perpustakaan Nasional Senilai Rp 680 M

Jumat, 21/06/2013 17:03 WIB

Jakarta - DPR menyetujui rencana pemerintah untuk membangun Perpustakaan Nasional RI. Anggaran untuk bangunan setinggi 24 lantai itu dialokasikan sebesar Rp 680,6 miliar.

Pembangunan perpustakaan itu sudah mulai dibahas antara Komisi X, Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Ketua Komisi X Agus Hermanto mengatakan semua fraksi di DPR menyetujui pembangunan perpustakaan itu.

"Tugas dari perpustaakan ini kan mencerdaskan kehidupan bangsa, kalau gedungnya apa adanya, orang jadi tidak gemar membaca," kata Agus kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/6/2013).

Untuk pembangunan perpustakaan ini, Perpustakaan Nasional mengajukan anggaran multiyears sebesar Rp 680,6 miliar. Rencananya, pembangunan ini dilaksanakan selama tiga tahun. Dengan anggaran masing-masing di tahun pertama sebesar Rp 199,25 miliar, tahun kedua Rp 231,652 miliar dan tahun ketiga Rp 249,808 miliar.

Namun pengajuan anggaran ini berbeda dengan asumsi pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum yang telah menerbitkan Surat Rekomendasi nomor BU 0106-Cb/3444 tanggal 26 September 2012 tentang analisis kebutuhan biaya pembangunan gedung fasilitas layanan Perpustakaan Nasional seluas 50,445 meter persegi. Dari Kemen PU, untuk membangun 24 lantai plus dua basement, 'hanya' dibutuhkan dana sebesar Rp 466,688 miliar.

"Tentunya ini sedang disiapkan secara administrasinya. Namun suatu ide gagasan yang sudah dituangkan bentuk desain sudah dilaksanakan," ujar Agus.

Pembangunan perpustakaan yang rencananya akan berdiri di Jalan Medan Merdeka Selatan ini dimulai pada akhir tahun 2013. "Jadi pembangunan sekitar 30 bulan. Persiapan 8 bulan. Jadi 38 bulan. Dari jadwal saya melihat nanti tahun 2016 semuanya sudah terwujud," papar pria yang juga Waketum PD ini.

Agus menuturkan, awalnya pemerintah hanya menyetujui pembangunan perpustakaan setinggi 10 lantai dengan anggaran yang sudah disetujui Rp 200 miliar. Namun, akhirnya, DPR dan pemerintah menyepakati 24 lantai dengan asumsi biaya Rp 400 miliar.

Sementara, perpustakaan nasional yang berada di Salemba, Jakarta Pusat, masih tetap beroperasi. "Tapi pusatnya di sana (Jalan Merdeka). Nanti kalau sudah jadi, perpusnya viewnya monas, kota Jakarta. Insya Allah bisa berikan keteduhan bagi pembaca," pungkasnya.

Gedung Perpustakaan Terbesar di Indonesia Segera Dibangun

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengisyaratkan, pengadaan Gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat setinggi 24 lantai sangat dimungkinkan dapat dilaksanakan tahun ini.

Menurut perhitungannya, pembangunan Gedung Perpustakaan terbesar di Indonesia ini ditaksir bakal menelan dana sekitar Rp 465 miliar melalui pembiayaan tahun jamak  selama tiga tahun. Dibangun di atas lahan seluas 50.445 meter persegi dengan luas bangunan 44.445 meter persegi dilengkapi dengan basement ruang parkir.

“Mengingat tinggi bangunan 24 lantai maka penyelesaiannya diperkirakan memakan waktu 38 bulan. Pelaksanaan tender-nya pun harus dilakukan sesegera mungkin,” tegas Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Ditjen Cipta Karya Guratno Hartono, dalam situs Kementerian PU, Jumat (21/6).

Guratno menjelaskan waktu 38 bulan itu untuk; pengadaan jasa konsultan (2,5 bulan), penyusunan gambar pelaksanaan dan dokumen tender (3,5 bulan), masa lelang (2 bulan) dan pelaksanaan konstruksi (30 bulan).

Perhitungan waktu meliputi mulai dari persiapan hingga serah terima Pekerjaan Fisik. Disisi lain, konsep rancangan gedung 24 lantai di dapat dari hasil sayembara kerjasama antara Perpustakaan Nasional RI dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang digelar Nopember 2010.

Usulan Kepala Perpustakaan Nasional tentang perlunya dibangun Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan memang mendapatkan dukungan penuh Komisi X DPR-RI. Dasar pertimbangan mereka adalah meningkatkan dan mencerdaskan Sumber Daya Manusia khususnya bagi generasi mendatang.

Selain itu, perpustakaan termegah ini juga diharapkan menjadi kebanggaan negara dan mampu menarik wisatawan lokal.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Utut Adiyanto mengungkapkan, sejak tahun 2010 sebenarnya Komisi X sudah menyepakati secara bulat pembangunan gedung Perpustakaan Nasional dengan desain 24 lantai. Namun, sempat dipotong oleh Kementerian Keuangan menjadi hanya 10 lantai.

Atas dorongan Komisi X, lanjut Utut, pembangunan perpustakaan nasional dikembalikan ke desain awal dengan 24 lantai. Sedang skema anggarannya menggunakan konsep multi years contract mulai 2013-2016. “Komisi X sejak tahun 2010 sudah mencita-citakan ada satu bangunan yang menjadi ikon Republik ini, antara lain adalah perpustakaan. Untuk itu, kita mendorong adanya satu gedung perpustakaan yang layak,” ujar Utut.

Di beberapa negara maju, menurut Utut, perpustakaan bahkan sudah menjadi obyek wisata. Perpustakaan tidak saja untuk mencari referensi ilmu, tapi juga sumber informasi suatu negara. Perpustakaan Nasional juga harus menjadi pusat kajian dan informasi tentang Indonesia masa lalu hingga kontemporer. “Inilah dasarnya. Dan saat itu kita menginginkan yang besar dan refresentatif,” kata Utut.

Kini perpustakaan menghadapi tantangan zaman, seiring menjamurnya penggunaan gadget. Minat baca mungkin menurun. Namun, dalam pandangan Utut, buku tetaplah dominan untuk dibaca ketimbang gadget. Hal ini jadi tugas perpustakaan bagaimana menciptakan suasana perpustakaan yang nyaman, lengkap, dan mutakhir, sehingga banyak orang datang beramai-ramai ke perpustakaan. (*/DKu)